Bermodal Semangat dan Simpanan Anggota, Kopkel Majasari Mulai Bergerak Tebar Manfaat
Chanelinfo.com Prabumulih | Langkah yang dilakukan Saimirin selaku Ketua Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih Majasari patut diapresiasi. Di tengah keterbatasan fasilitas dan belum adanya gedung sekretariat permanen, hal itu tak menyurutkan keseriusannya menjalankan aktivitas koperasi yang kini ia nahkodai.
Bahkan, Kopkel Merah Putih Majasari sudah mulai bergerak menjalankan usaha penjualan gas tabung 3 kilogram dan beras subsidi Bulog. Aktivitas tersebut terpantau saat portal ini menyambangi sekretariat sementara koperasi yang masih menumpang di salah satu ruang Kantor Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan, Jumat (21/5/2026).
“Kami memang belum punya bangunan kantor sendiri. Alhamdulillah Bu Lurah berbaik hati memberikan kami tempat sementara di salah satu ruangan kantor kelurahan ini,” ujar pria yang akrab disapa Mirin ini sembari mempersilakan awak media masuk ke ruang kerjanya.
Diterangkan Mirin, koperasi tersebut terbentuk pada 27 Mei 2025 dan hingga kini telah memiliki sekitar 120 anggota. Struktur kepengurusan sementara terdiri dari satu orang ketua, empat orang anggota pengurus, serta tiga orang pengawas.
Menurut Birin, hingga kini Kopkel Merah Putih Majasari masih menunggu kepastian lokasi pembangunan kantor permanen koperasi tersebut.
“Setahu saya usulan lahannya diajukan di kawasan komplek perumahan PLN, tidak jauh dari sini. Tapi masih menunggu apakah disetujui atau belum,” terangnya.
Meski dengan keterbatasan itu, aktivitas koperasi tetap berjalan. Mirin menjelaskan modal usaha awal koperasi berasal dari simpanan para anggota yang kemudian diputar untuk usaha penjualan kebutuhan pokok masyarakat.
“Itu dananya dari simpanan anggota yang kami kelola bersama. Jadi kami coba jalankan usaha ini. Prioritasnya memang untuk anggota dulu, tapi kalau ada warga sekitar yang membutuhkan juga kami layani,” katanya.
Tak hanya gas LPG subsidi, koperasi tersebut juga sempat menjual beras Bulog yang diperoleh melalui kerja sama penitipan dari Dinas Ketahanan Pangan.
“Kemarin kami juga jual beras, tapi sekarang stoknya sedang habis. Waktu itu kami ditawari dari Dinas Ketapang untuk menitipkan beras, jadi dana yang ada kami gunakan membeli beras Bulog,” lanjut mantan Ketua RT tersebut.
Birin juga menegaskan, hingga saat ini belum ada realisasi bantuan dana besar dari pemerintah pusat sebagaimana yang ramai diinformasikan ke publik.
“Kalau soal kucuran dana dari pusat yang katanya sampai miliaran itu, sampai sekarang belum ada realisasinya ke kami,” ujarnya.
Untuk harga jual gas melon 3 kilogram, Mirin memastikan pihaknya mengikuti arahan pemerintah agar tetap terjangkau masyarakat.
“Saat rapat kemarin, Wali Kota Arlan menginstruksikan supaya harga gas 3 kilogram jangan sampai di atas Rp21 ribu. Jadi kami jual sesuai arahan itu,” ungkapnya.
Dari selisih keuntungan yang tidak seberapa itulah, kata Mirin, hasil usaha koperasi kemudian dibagi bersama untuk operasional dan para pengurus.
“Keuntungannya memang tidak besar, tapi setidaknya koperasi ini sudah mulai bergerak dan bisa membantu kebutuhan masyarakat,” tutupnya.
Di balik keterbatasan fasilitas dan belum adanya kantor permanen, semangat yang ditunjukkan Birin bersama para pengurus Kopkel Merah Putih Majasari menjadi potret kesungguhan dalam mengemban amanah. Dengan modal swadaya dari simpanan anggota, mereka perlahan membangun aktivitas koperasi dari bawah demi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Ketekunan dan keseriusan itu menjadi inspirasi tersendiri, bahwa membangun pelayanan kepada warga tak selalu harus menunggu segala sesuatu serba lengkap. Langkah kecil yang mereka jalankan hari ini pun layak mendapat apresiasi dan acungan jempol. (anja)
