10/12/2026

Kesamaan Nama Dikhawatirkan Picu Salah Paham, Pemilik Toko Mas Jujur dan Penulis Beri Penjelasan

0

Chanelinfo.com Prabumulih | Menanggapi beredarnya unggahan di media sosial mengenai kisah memoar yang ditulis ulang oleh JaJa, pemilik Toko Mas Jujur di Kota Prabumulih meminta masyarakat dan pelanggan untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan maupun membangun asumsi yang keliru terkait isi cerita tersebut.

Nofri Nafiatudin, pedagang emas yang merupakan pemilik Toko Mas Jujur, menjelaskan bahwa meskipun terdapat kesamaan nama dalam cerita yang dipublikasikan, kisah tersebut tidak memiliki kaitan dengan usaha jual beli emas yang dijalankannya saat ini.

Menurut Nofri, dirinya telah berkomunikasi langsung dengan penulis untuk memperoleh penjelasan mengenai isi tulisan tersebut.

“Kami DM dan Kak Anja mengirim nomor WhatsApp. Kami kemudian menelepon beliau dan ngobrol. Dia menjelaskan bahwa tulisan itu adalah karya literasinya. Kami menghormati dan memahami hal itu. Kami juga sempat bertemu langsung dengan beliau dan meminta agar melalui publikasi di media Chanelinfo ada penjelasan, mengingat nama tempat usaha kami sama,” ujar Nofri.

Nofri menegaskan, klarifikasi ini disampaikan semata-mata untuk menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat yang dapat memunculkan persepsi keliru terhadap usaha yang telah dijalankannya.

Meski demikian, ia mengaku menghormati karya tulis tersebut sebagai bagian dari kebebasan berekspresi dan karya literasi penulis.

Sementara itu, pihak Redaksi Chanelinfo yang juga merupakan pemilik akun Facebook Anja Rolanza membenarkan adanya komunikasi dengan Nofri terkait unggahan tersebut.

“Ya benar, Saudara Nofri menghubungi kami terkait postingan itu pada Kamis malam, 4 Juni 2026,” kata Anja Rolanza.

Anja menjelaskan bahwa tulisan berjudul “Toko Emas Jujur yang Pernah Tak Jujur” merupakan karya literasi jurnalistik yang bersumber dari pengalaman dan catatan pewarta di masa lalu, kemudian ditulis ulang dalam format feature human interest dengan menggunakan persona JaJa sebagai media penceritaan (storytelling).

Menurutnya, tulisan tersebut tidak dimaksudkan untuk merujuk ataupun mengaitkan peristiwa yang diceritakan dengan usaha milik pihak mana pun yang saat ini beroperasi di Kota Prabumulih.

Redaksi juga menegaskan bahwa karya tersebut dibuat sebagai bagian dari upaya menghadirkan refleksi dan nilai-nilai kehidupan kepada pembaca melalui pendekatan sastra jurnalistik, bukan sebagai pemberitaan mengenai toko emas yang saat ini menggunakan nama serupa. (redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *