10/12/2026

Tak Hanya Kenalan dengan Sekolah, Murid Baru SMAN 3 Prabumulih Mengenal Dunia Jurnalistik dan Bijak Bersosial Media

0

Chanelinfo Prabumulih – Ada hal yang cukup menarik perhatian dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah SMA Negeri di Kota Prabumulih tahun ini. Di sela pengenalan tata tertib dan budaya sekolah, para murid baru juga diajak mengenal dunia jurnalistik serta belajar menjadi pengguna media sosial yang cerdas dan bertanggung jawab.

Setidaknya tiga SMA Negeri di Prabumulih terminitor portal ini yang memasukkan materi literasi digital dan dasar-dasar jurnalistik ke dalam agenda MPLS. Langkah ini menjadi sinyal bahwa sekolah tidak lagi hanya menyiapkan peserta didik menghadapi pelajaran di ruang kelas, tetapi juga membekali mereka menghadapi derasnya arus informasi di era digital.

Sosok yang dipercaya menyampaikan materi tersebut adalah Fandri Heri Kusuma, penggiat media sosial sekaligus pimpinan portal berita media online Zona Merah. Dalam tiga hari berturut-turut, ia berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya.

Senin (13/7), Fandri hadir di SMA Negeri 7 Prabumulih dengan materi kepramukaan yang disisipi penguatan literasi digital. Sehari kemudian, Selasa (14/7), ia berbicara di SMA Negeri 1 Prabumulih mengenai pentingnya bijak bermedia sosial. Puncaknya, Rabu (15/7/2026), ia mengisi materi Dasar-Dasar Jurnalistik di SMA Negeri 3 Prabumulih, yang diikuti 324 murid baru.

Selama satu jam penuh, sejak pukul 07.45 hingga 08.45 WIB, ratusan peserta MPLS dikenalkan pada cara kerja jurnalistik, mulai dari mencari fakta, melakukan verifikasi, hingga pentingnya etika dalam menyampaikan informasi.

Bagi Kepala SMA Negeri 3 Prabumulih, Freni Listiyan, S.Pd., M.Si., materi tersebut bukan sekadar tambahan dalam MPLS. Menurutnya, bekal literasi informasi menjadi kebutuhan yang semakin penting di tengah kehidupan digital yang akrab dengan para pelajar.

“MPLS merupakan tahapan penting bagi peserta didik baru dalam mengenal lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta nilai-nilai yang diterapkan di lingkungan pendidikan,” ujarnya.

Ia menilai penggunaan teknologi digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari siswa, sehingga kemampuan menyikapi informasi secara kritis harus mulai dibangun sejak awal mereka memasuki jenjang SMA.

“Melalui materi ini diharapkan peserta didik memiliki pemahaman tentang pentingnya menyikapi informasi secara kritis, bertanggung jawab, serta mampu menggunakan media digital dengan bijak,” kata Freni.

Dalam pemaparannya, Fandri menegaskan bahwa jurnalistik bukan sekadar kemampuan menulis berita, melainkan profesi yang memikul tanggung jawab moral kepada masyarakat.

“Jurnalistik bukan sekadar menulis berita, tetapi merupakan profesi yang mengedepankan pencarian kebenaran melalui proses peliputan, verifikasi, dan penyajian informasi yang akurat, berimbang, independen, serta beretika,” jelasnya di hadapan para peserta MPLS.

Ia berharap para pelajar mampu menjadi generasi yang tidak mudah terpengaruh hoaks, tidak tergesa-gesa membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya, dan memahami bahwa setiap unggahan di media sosial memiliki konsekuensi.

Suasana kelas pun jauh dari kesan formal. Fandri beberapa kali melempar pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu para siswa. Tawa, tepuk tangan, hingga diskusi singkat membuat materi terasa ringan namun tetap berbobot.

Sebagai penutup, tiga siswa yang berhasil menjawab kuis seputar materi jurnalistik mendapat hadiah langsung. Momen sederhana itu disambut riuh peserta lainnya dan menjadi penanda bahwa belajar tentang literasi informasi dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Sesaat sebelum berpamitan Fandri meminta foto bersama seluruh siswa siswi peserta MPLS untuk dokumentasi

Di tengah derasnya arus informasi digital, langkah tiga SMA Negeri di Prabumulih ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang mampu berpikir kritis, menyaring informasi, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Sebuah bekal yang mungkin akan sama pentingnya dengan pelajaran di dalam buku. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *