Terbengkalai atau Terabaikan? Pasar Rakyat Talang Jimar Rp2,7 Miliar Kapan Akan Difungsikan?
Pasar Rakyat Talang Jimar Belum Juga Difungsikan, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemanfaatannya
Chanelinfo.com Prabumulih | Bangunan Gedung Pasar Rakyat yang berlokasi di Jalan Lingkar, Kelurahan Sukaraja–Talang Jimar, Kecamatan Prabumulih Selatan, tepat di samping kantor Dinas Perhubungan Kota Prabumulih, tampak telah lama rampung dikerjakan. Namun hingga pertengahan 2026, belum ada kejelasan kapan fasilitas tersebut benar-benar akan difungsikan.
Kondisi ini mulai memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek yang dibangun menggunakan dana APBN pada tahun 2022 itu diketahui menelan anggaran miliaran rupiah, namun sampai sekarang belum terlihat aktivitas perdagangan di dalamnya.
Berdasarkan penelusuran dari sejumlah pemberitaan lama dan data tender proyek, pembangunan Pasar Rakyat Sukaraja tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp2,8 miliar. Bahkan dalam salah satu pemberitaan media lokal pada Januari 2023, nilai kontrak proyek disebut mencapai Rp2.714.538.300 dan dikerjakan oleh CV Putra Narason Sejahtera dengan masa pengerjaan 150 hari kalender.
Ironisnya, proyek itu sempat menjadi sorotan lantaran diduga mengalami kerusakan dini. Dalam pemberitaan media lokal kala itu, bangunan pasar disebut sudah tampak retak-retak meski baru selesai dibangun.
Berdasarkan hasil pengamatan langsung media ini di lokasi, bangunan Pasar Rakyat Talang Jimar memang tampak belum difungsikan secara maksimal. Di bagian depan terlihat terdapat sekitar empat hingga lima kios kecil dengan pintu rolling door yang masih tertutup.
Sementara di bagian dalam gedung, lantai pasar dibuat menyerupai dudukan atau lapak permanen setinggi sekitar tiga hingga empat bata yang tersusun dalam beberapa lajur memanjang, diduga diperuntukkan bagi pedagang basah seperti sayur, ikan, dan ayam.
Namun kondisi bangunan juga terlihat mulai kurang terawat. Portal ini mendapati ada beberapa titik bagian atap yang tampak copot atau rusak. Bahkan area tengah bangunan saat ini justru dimanfaatkan untuk menaruh material bangunan proyek Gedung Koperasi Merah Putih yang tengah dikerjakan tepat di depan kawasan Pasar Rakyat tersebut.
Media ini belum dapat merinci secara pasti luas bangunan pasar itu. Namun secara kasat mata, jika melihat ukuran dan kapasitas bangunan, Pasar Rakyat Talang Jimar kemungkinan besar dinilai belum akan mampu menampung seluruh jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) hasil relokasi yang saat ini ditempatkan di kawasan eks Mapolsek Timur, yang jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 pedagang.
Kini, setelah bangunan berdiri megah di kawasan Talang Jimar, masyarakat justru mempertanyakan arah pemanfaatannya. Sebab di sisi lain, Pemerintah Kota Prabumulih beberapa waktu lalu gencar melakukan penertiban dan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari kawasan Jalan Jenderal Sudirman pasar serta Jalan M. Yamin.
Namun para pedagang tersebut justru diarahkan ke kawasan Lapangan eks Mapolsek Timur, bukan ke Gedung Pasar Rakyat Talang Jimar yang memang dibangun untuk fungsi perdagangan.
Sebagian warga menilai bangunan tersebut seharusnya dapat menjadi solusi penataan PKL sekaligus mengurangi kesemrawutan aktivitas jual beli di badan jalan.
Jika menilik ke belakang, pada masa pandemi Covid-19 lalu, sebagian PKL memang sempat dipindahkan ke kawasan Talang Jimar. Saat itu bangunan Pasar Rakyat belum berdiri, dan pedagang fajar dari Jalan Sudirman diarahkan berjualan di lahan sekitar perkantoran Dishub atas kebijakan mantan Wali Kota Prabumulih, Ridho Yahya.
Dari kebijakan itulah kemudian muncul ide pembangunan Pasar Rakyat di kawasan Talang Jimar. Pemerintah daerah mengusulkan bantuan ke pemerintah pusat dan akhirnya anggaran pembangunan disetujui hingga proyek tersebut terealisasi.
Kala itu, Pasar Rakyat Talang Jimar digadang-gadang menjadi lokasi penampungan sebagian pedagang sayur, ikan, ayam, dan kebutuhan pokok lainnya yang selama ini menggelar lapak di sepanjang Jalan Sudirman.
Kawasan Talang Jimar juga sempat diwacanakan menjadi pusat ekonomi baru Kota Prabumulih, termasuk pengembangan pasar induk dan sentra UMKM di wilayah Jalan Lingkar.
Seorang warga Karang Raja, Abdullah (45), menyayangkan kondisi bangunan pasar yang hingga kini belum juga dimanfaatkan.
“Kalau kelamaan kan mubazir. Baiknya pemerintah menginfokan kapan kiranya bisa digunakan, bagaimana rencananya, pedagang mana saja yang nanti ditempatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Prabumulih, Muchtar Edi, sempat dimintai penjelasan terkait kapan wacana pemanfaatan Gedung Pasar Rakyat Talang Jimar akan direalisasikan.
Usai kegiatan Operasi Pasar Murah (OPM) di Kelurahan Gunung Ibul Barat belum lama ini, Muchtar Edi belum memberikan jawaban rinci. Ia hanya menjawab singkat, “Oo nanti lah kalau soal itu,” sembari berlalu meninggalkan awak media.
Hingga kini masyarakat masih menunggu kepastian dari Pemerintah Kota Prabumulih terkait nasib Pasar Rakyat Talang Jimar, agar aset yang telah dibangun menggunakan anggaran negara tersebut tidak terkesan mubazir dan benar-benar memberi manfaat bagi pedagang maupun warga. (red)
