10/12/2026

Dari Ladang Kehidupan ke Lahan Sengketa: Jerit Perjuangan Tanah Warga Desa Belani

0

Chanelinfo.com Muratara | Tanah yang telah dikuasai dan dikelola sejak era 1970-an oleh H. Salahudin, warga Desa Belani, Kecamatan Rawas Ilir, kini berubah menjadi pusaran konflik. Lahan yang selama puluhan tahun menjadi sumber penghidupan itu diduga dirampas secara melawan hukum.

Bagi keluarga dan masyarakat sekitar, tanah tersebut bukan sekadar aset, melainkan ruang hidup yang ditanami dan diwariskan lintas generasi. Kebun kelapa sawit yang tumbuh di atasnya menjadi penopang ekonomi utama. Namun kini, seluruhnya terancam hilang.

Persoalan mencuat ketika lahan tersebut diambil alih untuk kepentingan proyek pengeboran minyak oleh pihak perusahaan, yang disebut-sebut sebagai bagian dari “proyek strategis negara”. Alih-alih membawa manfaat, aktivitas itu justru dinilai merusak lahan produktif dan mengabaikan hak masyarakat setempat.

Tak hanya itu, hingga kini belum terlihat adanya upaya serius untuk memberikan ganti rugi yang layak dan berkeadilan kepada pihak yang mengklaim sebagai pemilik sah.

Melalui kuasa hukumnya, tim dari kantor hukum Suwito Winoto, S.H., M.H. & Rekan menyampaikan sikap tegas terhadap pihak perusahaan, dalam hal ini PT Seleraya. Mereka menilai pendekatan yang dilakukan perusahaan berpotensi memicu ketegangan sosial.

“Kabupaten Musi Rawas Utara dikenal sebagai wilayah rawan konflik agraria. Jika ketidakadilan ini terus dibiarkan, potensi konflik sosial terbuka lebar. Kami mengingatkan agar tidak ada pihak yang mendorong masyarakat ke titik tanpa pilihan,” tegas tim kuasa hukum.

Pernyataan tersebut menjadi penanda bahwa konflik ini telah melampaui sekadar sengketa lahan. Di dalamnya tersimpan persoalan hak hidup, keadilan, serta martabat masyarakat desa yang merasa terpinggirkan.

Di tengah situasi yang kian memanas, satu pesan mengemuka dari warga: mereka berharap keadilan ditegakkan. Namun bila tidak, perlawanan disebut sebagai jalan terakhir yang mungkin ditempuh. (andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *