10/12/2026

“Di Workshop Al Musiqis, Tangan Herman Sulap Meubel Lama Kembali Sempurna”

0

Di Balik Kursi yang Kembali Nyaman, Ada Ketekunan Herman Menjaga Asa

Chanelinfo.com Prabumulih | Di sebuah workshop sederhana di Jalan Lintas Sungai Medang, tak jauh dari kantor PDAM Kota Prabumulih, suara ketukan palu dan gesekan kain sofa terdengar bersahutan. Bau busa, kayu, dan lem perekat memenuhi ruangan kecil itu. Di sanalah Hermansyah (44), pemilik Workshop Meubel Al Musiqis, menghabiskan hari-harinya merakit kembali kenyamanan dari kursi-kursi usang milik pelanggan.

Pria asli Ogan Ilir itu bukanlah sosok yang sejak awal bergelut di dunia meubel. Sebelum menekuni usaha servis sofa, kursi, hingga tempat tidur springbed, Herman pernah mencoba berbagai usaha perdagangan. Mulai dari berjualan sosis hingga usaha kecil lainnya pernah ia lakoni demi menghidupi keluarga.

“Namanya cari makan, dulu apa saja dijalani,” ujarnya sembari membentang kan kain pelapis sofa yang akan dipasang, ungkapnya kepada portal ini, Kamis (07/05/2026)

Ayah empat anak itu mulai serius menjalankan usaha servis meubel sejak tahun 2018. Dari tangan terampilnya, sofa lama yang kusam bisa kembali tampak baru. Springbed rusak pun kembali nyaman digunakan.

Tak ada proses instan dalam pekerjaannya. Untuk satu set sofa, Herman membutuhkan waktu hingga dua minggu pengerjaan. Semua dimulai dari membongkar rangka lama, mengganti busa, memperbaiki struktur, hingga memasang kembali kain pelapis sesuai keinginan pelanggan.

Bahan baku sebagian besar ia datangkan dari Palembang bahkan dari Pulau Jawa. Menurutnya, kualitas bahan sangat menentukan hasil akhir dan kepuasan pelanggan.

Meski berada di workshop sederhana, pelanggan Herman tak hanya datang dari dalam kota. Orderan juga kerap datang dari luar daerah seperti Muara Enim, Sekayu hingga wilayah PALI.

Selain servis, Workshop Al Musiqis juga menerima pembuatan sofa baru sesuai pesanan. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp 1,5 juta, Rp3 juta ke atas, tergantung bahan dan motif yang diinginkan pelanggan, juga termasuk jasa jemput dan antar barang yang di servis ke tempat pelanggan. Tak Hanya pelanggan perorangan, Herman juga menerima order servis sofa perkantoran.

Dalam kondisi ekonomi yang belum stabil, Herman mengaku usahanya ikut terdampak. Jika dulu order rutin datang, kini terkadang satu bulan berlalu tanpa pelanggan.

“Kadang sepi juga. Tapi saya tetap jalani, tetap sabar. Rezeki itu sudah ada yang atur,” katanya pelan.

Kalimat itu terdengar sederhana, namun dari sorot matanya tampak keyakinan seorang kepala keluarga yang memilih bertahan di tengah keadaan.

Di workshop kecil bernama Al Musiqis itu, Herman bukan sekadar memperbaiki sofa rusak. Ia sedang merawat harapan, sedikit demi sedikit, lewat jahitan kain dan busa yang kembali mengembang.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan servis sofa, kursi, maupun springbed, atau memesan sofa baru, bisa langsung datang ke Workshop Al Musiqis di Jalan Lintas Sungai Medang, Kelurahan Prabujaya, Kota Prabumulih. (anja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *