10/12/2026

Digembleng BNPB Dua Pekan, Ini Oleh-oleh Kalaksa BPBD Prabumulih

0

Chanelinfo.com Prabumulih | Kepala Pelaksana BPBD Kota Prabumulih, Sriyono, SH baru saja menuntaskan rangkaian Senior Disaster Management Training (SDMT) 2026 yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Pusdiklat Penanggulangan Bencana, Bogor, pada Pertengahan Mei 2026 belum lama ini.

Pelatihan yang diikuti puluhan Kalak BPBD se-Indonesia itu menjadi ajang penguatan kapasitas pimpinan BPBD daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana dan kondisi kedaruratan.

Selama hampir dua pekan mengikuti diklat, Sriyono mengaku mendapatkan banyak tambahan wawasan terkait manajemen penanggulangan bencana, terutama dalam pengambilan keputusan saat situasi darurat.

“Materi yang diberikan cukup banyak, terutama terkait manajemen penanggulangan bencana dan kepemimpinan saat kondisi krisis. Selama hampir dua pekan tentu menambah wawasan dan pengalaman kami,” ujarnya Selasa (19/05/2026)

Dalam SDMT tersebut, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepemimpinan saat krisis, sistem komando penanganan darurat, manajemen logistik kebencanaan, komunikasi publik saat bencana hingga simulasi lapangan penanganan keadaan darurat.

Menurut Sriyono, pelatihan tersebut cukup menguras energi, baik secara fisik maupun pemikiran, karena peserta dituntut mengikuti berbagai simulasi dan pola pengambilan keputusan cepat dalam kondisi darurat.

“Karena memang fokusnya bagaimana kepala BPBD bisa mengambil langkah cepat dan tepat saat situasi darurat,” katanya.

Usai mengikuti pelatihan tersebut, BPBD Prabumulih berencana kembali meningkatkan kegiatan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, terutama menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung.

Sosialisasi penanganan potensi bencana itu, kata dia, nantinya kembali menyasar sekolah-sekolah maupun lingkungan masyarakat sebagaimana yang selama ini rutin dilakukan BPBD Prabumulih.

Selain penguatan sumber daya manusia, BPBD Prabumulih juga terus menyiapkan sarana pendukung penanganan bencana. Saat ini BPBD Prabumulih memiliki sejumlah perlengkapan seperti tenda-tenda darurat, perahu karet, tikar alas tidur, unit damkar hingga logistik bantuan darurat bagi warga terdampak bencana.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah mengajukan penambahan beberapa item peralatan kepada pemerintah pusat guna mendukung kesiapsiagaan dan operasional penanggulangan bencana di daerah.

Meski bukan daerah dengan karakteristik geografis rawan bencana skala besar, BPBD Prabumulih tetap memetakan sejumlah potensi bencana yang kerap terjadi setiap tahun.

“Kalau di Prabumulih sendiri yang sering terjadi biasanya banjir saat musim hujan, angin puting beliung dan kebakaran saat musim kemarau,” ungkapnya.

Dengan pengalaman dan materi yang didapat selama SDMT BNPB, BPBD Prabumulih berharap kesiapsiagaan dan koordinasi penanganan bencana di daerah dapat semakin meningkat, terutama menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan musim kemarau tahun ini. (anja)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *