Keamanan Pasar Prabumulih Disorot, UPTD Janji Benahi Pengelolaan ; Pedagang Keluhkan Maraknya Pencurian
Ka UPTD Pasar Prabumulih, Firdian Handra yang dibincangi, di ruang kerjanya, Rabu (10/062026)
Chanelinfo Prabumulih | Persoalan keamanan di lingkungan Pasar Prabumulih kembali menjadi sorotan setelah terjadinya sejumlah kasus pencurian yang meresahkan para pedagang. Menanggapi kondisi tersebut, Kepala UPTD Pasar Prabumulih, Firdian Handra, menyatakan pihaknya telah mengambil langkah koordinasi dan berkomitmen melakukan pembenahan pengelolaan pasar secara bertahap.
Hal itu disampaikan Firdian saat dibincangi tim media ini, Rabu (10/6/2026).
Menurut Firdian, pengamanan di lapangan selama ini dikoordinasikan oleh dua orang yang ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) sejak masa kepemimpinan Kepala UPTD sebelumnya.
“Kalau di lapangan itu dikoordinir oleh Tutik dan Feri. Mereka sudah ditugaskan sejak masa Kepala UPTD sebelumnya,” ujar Firdian.
Firdian mengungkapkan dirinya baru sekitar tiga bulan menjabat sebagai Kepala UPTD Pasar Prabumulih. Berdasarkan catatan redaksi, sebelum dirinya posisi tersebut pernah dijabat oleh Taufik, Gunawan, dan Wulan.
Terkait dua kasus pencurian yang terjadi belakangan ini, yakni pembobolan kios dengan merusak rolling door di kawasan Pasar Tradisional Modern (PTM) serta dugaan pencurian pada box lapak milik pedagang Agus Salim, Firdian mengaku telah meminta penjelasan kepada pihak koordinator keamanan pasar.
Menurut Firdian, dari hasil komunikasi tersebut diperoleh informasi bahwa selama ini apabila terjadi kehilangan di lingkungan pasar, biasanya terdapat bentuk penggantian dari pihak keamanan. Namun demikian, dirinya belum mendapatkan penjelasan rinci mengenai mekanisme maupun bentuk kompensasi yang dimaksud.
“Mereka menyampaikan biasanya kalau ada kehilangan diganti oleh pihak keamanan. Namun mekanismenya masih akan kami dalami,” katanya.
Lebih lanjut, Firdian mengaku telah menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di Pasar Prabumulih kepada Wali Kota Prabumulih, Arlan. Menurutnya, Wali Kota meminta agar seluruh persoalan yang terjadi dapat segera ditindaklanjuti secara persuasif dan responsif.
“Saya sudah menyampaikan kondisi di lapangan kepada Pak Wali Kota. Beliau meminta agar persoalan-persoalan tersebut segera ditindaklanjuti,” ujar Firdian.
Ke depan, dirinya berjanji akan melakukan penertiban dan peningkatan disiplin dalam pengelolaan pasar guna menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi para pedagang maupun pengunjung, baik di Gedung PTM, Pasar Subuh maupun kawasan ruko-ruko di lingkungan Pasar Prabumulih.
Pelaku Usaha Harapkan Perubahan
Di sisi lain, pelaku usaha di Pasar Prabumulih berharap adanya pembenahan yang lebih serius terhadap tata kelola pasar.
Angga Novlianta, salah seorang pelaku usaha, menilai Pasar Prabumulih memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara profesional.
“Kami ingin ada perubahan dalam pengelolaan pasar supaya lebih profesional, baik dari sisi kebersihan, keamanan, kenyamanan maupun kepastian usaha. Pasar-pasar di kota besar sudah banyak yang tertata. Pasar Prabumulih ini adalah jantung perekonomian makro Kota Prabumulih, sehingga sudah seharusnya dikelola dengan lebih baik,” ujarnya.
Pengamat Minta Evaluasi Menyeluruh
Sementara itu, Pengamat Isu Sosial Kemasyarakatan dan Kebijakan Publik, Fandri Hendri Kusuma, menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pasar Tradisional Modern (PTM) Prabumulih.
Menurutnya, konsep pasar yang telah mengusung nomenklatur pasar tradisional modern harus diimbangi dengan tata kelola yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Pihak pengelola pasar dalam hal ini UPTD Pasar Kota Prabumulih harus berani melakukan evaluasi total dan menyeluruh terhadap pengelolaan pasar selama ini. Apalagi ini bukan lagi pasar tradisional biasa, tetapi sudah Pasar Tradisional Modern (PTM),” kata Fandri.
Ia menambahkan, pembenahan harus mencakup aspek sumber daya manusia, manajemen organisasi hingga tata kelola keuangan agar keberadaan pasar tidak hanya menjadi beban anggaran daerah.
“Dengan pengelolaan yang lebih baik, UPTD Pasar ke depan tidak hanya menjadi beban APBD, tetapi juga dapat berkontribusi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Prabumulih,” tambahnya.
Pedagang Sebut Ada Iuran Keamanan
Dalam penelusuran yang dilakukan redaksi, sejumlah pedagang menyebut terdapat beberapa jenis pungutan yang selama ini mereka bayarkan.
Menurut keterangan para pedagang, retribusi resmi yang dipungut oleh UPTD Pasar sebesar Rp1.000 per hari. Selain itu terdapat iuran kebersihan sebesar Rp10.000 per bulan.
Seorang pedagang yang meminta identitasnya disamarkan dan hanya disebut dengan nama Boy mengungkapkan adanya iuran keamanan yang dibayarkan secara berkala.
“Selain itu ada uang keamanan Rp50 ribu sebulan sekali,” ujarnya kepada redaksi.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghimpun keterangan lebih lanjut dari pihak-pihak terkait mengenai mekanisme pengelolaan dana keamanan tersebut sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi. (anja)
