Mengenang Bantuan UEP di Prabumulih yang Kini Koleps
Chanelinfo Prabumulih | Program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang sempat menjadi harapan bagi pelaku usaha kecil di Kota Prabumulih kini tidak lagi bergulir pada tahun 2026.
Kepala Dinas Sosial Kota Prabumulih, A. Heryanto, MM, mengatakan program tersebut terdampak kebijakan efisiensi anggaran yang menyebabkan pemangkasan sejumlah alokasi belanja pemerintah daerah. Hal itu disampaikannya saat dibincangi Chanelinfo di ruang kerjanya, Senin (22/06/2026).
Menurut Heryanto, selama ini bantuan UEP yang diterima masyarakat Prabumulih berasal dari berbagai sumber, baik Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Pemerintah Pusat.
“Tahun ini belum ada lagi program UEP yang berjalan. Salah satu penyebabnya karena efisiensi anggaran yang berdampak pada banyak program bantuan,” ujarnya.
Program UEP sendiri sebelumnya menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga kurang mampu melalui bantuan sarana usaha dan perlengkapan usaha produktif.
Data terakhir menunjukkan, pada Oktober 2025 sebanyak 86 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Prabumulih menerima bantuan UEP dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan. Bantuan tersebut menyasar berbagai jenis usaha kecil seperti pedagang bakso, tekwan, pempek, sembako, es blender, pembuat kue, pangkas rambut, steam motor hingga konter pulsa. Kegiatan penyaluran bantuan saat itu dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kota Prabumulih dan dihadiri Sekda Prabumulih H. Elman, ST, MM.
Sebelumnya, pada tahun 2024, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan juga menyalurkan paket bantuan UEP kepada 70 kepala keluarga di Kota Prabumulih untuk mendukung berbagai usaha mikro masyarakat.
Salah seorang warga penerima manfaat, sebut saja Abdullah, mengaku pernah menerima bantuan UEP berupa bahan baku dan perlengkapan untuk mendukung usaha kuliner yang dijalaninya.
“Waktu itu zaman Pak Elman masih Sekda, tahun 2025. Saya dapat bantuan untuk usaha kuliner. Alhamdulillah cukup membantu menambah modal usaha. Gak tahu sekarang masih ada atau nggak program bantuan itu,” ujar Abdullah.
Meski tidak lagi bergulir tahun ini, program UEP masih dikenang sebagian pelaku UMKM kecil sebagai salah satu bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan usaha mereka. Kini, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, para pelaku usaha kecil hanya bisa berharap program serupa kembali hadir untuk membantu menggerakkan ekonomi masyarakat bawah. (anja’)
