“JANGAN KIRA CAK TIDAK TAHU!” Wako Arlan ke ASN: Kalau Kerja Benar, Tak Perlu Takut Media & APH
Chanelinfo Prabumulih | Suasana Rapat Koordinasi Bulanan Pemerintah Kota Prabumulih, Senin (6/7/2026), diwarnai sederet pesan tegas dari Wali Kota H. Arlan. Di hadapan ratusan ASN, kepala OPD, Forkopimda, kepala sekolah, pimpinan RSUD, puskesmas hingga unit pelayanan publik, orang nomor satu di Prabumulih itu mengingatkan seluruh jajarannya agar bekerja profesional, transparan, dan tidak menyalahgunakan kewenangan.
Dalam arahannya, Cak Arlan menyampaikan sedikitnya 11 poin evaluasi dan instruksi yang menyentuh berbagai sektor pelayanan publik. Mulai dari persoalan utang RSUD, kondisi Pasar Subuh pascarelokasi, disiplin ASN, hingga larangan pungutan di lingkungan sekolah.
Salah satu pernyataan yang paling menyita perhatian adalah saat Cak Arlan mengingatkan bawahannya agar tidak menganggap pimpinan tidak mengetahui apa yang terjadi di lapangan.
“Jangan pernah berpikir Cak tidak mengerti. Apa yang bapak dan ibu lakukan saya pahami. Jangan mengira saya tidak tahu, karena pada akhirnya saya pasti tahu,” tegasnya.
Ia meminta seluruh ASN mengedepankan keterbukaan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, transparansi menjadi kunci agar tidak muncul persoalan hukum maupun keluhan masyarakat.
“Saya paling senang dengan keterbukaan. Kita ini satu seragam, satu keluarga. Kalau satu orang berbuat salah, dampaknya bisa dirasakan oleh yang lain,” ujarnya.
Cak Arlan juga menepis anggapan bahwa media harus ditakuti.
“Kalau bekerja benar, tidak perlu takut kepada media ataupun aparat penegak hukum. Yang takut biasanya karena ada kesalahan,” katanya.
Selain persoalan integritas, Wali Kota turut menyinggung kondisi keuangan RSUD Prabumulih. Ia menyebut utang rumah sakit yang sebelumnya mencapai sekitar Rp31 miliar kini mulai berkurang, dengan sekitar Rp11 miliar telah berhasil diselesaikan selama masa kepemimpinannya.
Isu Pasar Subuh pascarelokasi beserta berbagai polemik retribusi juga menjadi perhatian. Ia meminta seluruh kebijakan dijalankan secara terbuka dan tidak menimbulkan persoalan baru.
Khusus kepada dunia pendidikan, Cak Arlan kembali mengingatkan agar tidak ada lagi pungutan yang membebani orang tua siswa.
“Jangan ada pungutan di SD maupun SMP. Bantulah masyarakat selagi bisa dan berikan pelayanan terbaik,” pesannya.
Menutup arahannya, Cak Arlan mengajak seluruh ASN menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi.
“Ini bukan kemarahan, tetapi pengingat untuk kita semua. Kalau masih ada rapor merah, segera diperbaiki. Saya minta Inspektorat ikut mengawasi agar kesalahan yang sama tidak terulang,” tandasnya.
Dalam sesi laporan OPD, Kepala Dinas Perhubungan Prabumulih, S. Feri, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada delapan personel yang melanggar disiplin. Dishub juga menegaskan komitmennya menjalankan arahan Wali Kota dengan menempatkan personel di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan sekolah dan ruas jalan utama, guna meningkatkan pelayanan serta keselamatan pengguna jalan.
