Pendaftaran Pasien Lewat Aplikasi JKN Jadi Tantangan di Pedesaan, Puskesmas Beringin Lubai Utamakan Pelayanan Humanis
Chanelinfo Muara Enim | Penerapan sistem pendaftaran pasien melalui aplikasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital maupun telepon pintar.
Kondisi tersebut diakui Kepala UPTD Puskesmas Beringin Lubai, Sugianto, S.K.M., M.K.M., saat ditemui Chanelinfo di sela aktivitasnya, Senin (27/7/2026).
Menurut Sugianto, digitalisasi layanan kesehatan merupakan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan yang harus dilaksanakan oleh seluruh fasilitas kesehatan. Namun, dalam praktiknya masih banyak pasien, khususnya dari kalangan lanjut usia maupun masyarakat yang belum akrab dengan teknologi, mengalami kesulitan saat melakukan pendaftaran melalui aplikasi JKN.
“Kami memahami tidak semua masyarakat sudah terbiasa menggunakan aplikasi. Karena itu, petugas registrasi kami terus memberikan pendampingan, penjelasan, dan membantu pasien hingga proses pendaftaran selesai,” ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi layanan berbasis digital tidak boleh mengurangi hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat dan berkualitas. Oleh sebab itu, Puskesmas Beringin Lubai tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan segera.
“Untuk pasien dengan kondisi gawat atau membutuhkan tindakan medis segera, tentu pelayanan tetap menjadi prioritas. Aspek administrasi akan disesuaikan agar tidak menghambat penanganan medis,” tegasnya.
Di sisi lain, Sugianto juga mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Meski demikian, pihaknya berupaya menjaga mutu layanan agar tetap optimal.
Sebagai bentuk penyesuaian, pelaksanaan kegiatan Posyandu kini dipusatkan di lokasi tertentu secara bergantian. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan anggaran lebih efisien, sementara tim dari Puskesmas diterjunkan untuk membantu mengoordinasikan pelayanan sekaligus mendukung tugas bidan desa.
“Efisiensi tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan. Kami terus berupaya mencari pola kerja yang lebih efektif agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang maksimal,” pungkas Sugianto.Narasi ini sudah menggunakan gaya berita yang lebih formal, seimbang, dan layak tayang di media online, dengan fokus pada tantangan digitalisasi layanan kesehatan sekaligus komitmen Puskesmas menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat. (red)
