10/12/2026

Summer Course 2026 di Burai, Momentum Angkat Potensi Wisata Ogan Ilir ke Dunia

0

Chanelinfo Ogan Ilir | Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menjadi salah satu lokasi yang dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan internasional bertajuk Summer Course on Cultural Landscape of Tanjung Batu 2026, Sabtu (15/8/2026).

Kegiatan bergengsi tersebut diikuti peneliti, penggiat budaya, akademisi, serta peserta dari 11 negara. Di antaranya Indonesia, Malaysia, Bangladesh dan sejumlah negara lainnya.

Kehadiran peserta lintas negara di Desa Burai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, tradisi, serta kearifan lokal yang dimiliki desa tersebut kepada dunia internasional.

Desa Burai sendiri dikenal memiliki potensi wisata dan budaya yang cukup kuat. Kepercayaan menjadi salah satu lokasi kegiatan internasional ini diharapkan dapat semakin memperkenalkan Desa Burai dan Kabupaten Ogan Ilir ke tingkat nasional maupun internasional.

Dalam rangkaian kegiatan, Kepala Desa Burai, Erik Asrillah, S.K.M., menerima plakat sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan setelah kegiatan penandatanganan kesepakatan bersama.

Dalam sambutannya, Erik menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Burai. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi pengembangan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat bangga dan siap menyambut tamu dari berbagai negara. Semoga kehadiran mereka di Desa Burai menjadi langkah awal agar potensi wisata dan budaya kita semakin dikenal dunia. Kami juga berharap dapat membuka peluang investasi yang nantinya membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Burai,” ujarnya.

Warga Soroti Minimnya Kehadiran Pemkab

Di tengah berlangsungnya kegiatan internasional tersebut, seorang warga Desa Burai menyayangkan minimnya kehadiran pihak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir selama rangkaian acara yang berlangsung kurang lebih lima hari.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya membawa nama Desa Burai, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengangkat citra Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, bahkan Indonesia di mata internasional.

“Sayang sekali selama kegiatan berlangsung hampir tidak terlihat pihak dari kabupaten yang datang atau melakukan monitoring. Padahal kegiatan ini bisa membawa harum nama Ogan Ilir dan Sumatera Selatan di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Desa Burai dan Kecamatan Tanjung Batu memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

“Potensi Desa Burai dan Tanjung Batu sangat besar. Ini seharusnya menjadi perhatian bersama agar bisa terus dikembangkan, baik untuk kepentingan nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, pada acara penutupan, hadir Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporpa) Ogan Ilir, Depid Selamet Riyadi, S.E., M.Si. Kehadirannya disebut berlangsung pada saat kegiatan telah memasuki agenda penutupan.

Melalui kegiatan Summer Course on Cultural Landscape of Tanjung Batu 2026, Desa Burai kembali menunjukkan bahwa desa di Kabupaten Ogan Ilir memiliki potensi alam, budaya dan kearifan lokal yang mampu menarik perhatian masyarakat internasional.

Potensi tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi momentum untuk mendorong pengembangan pariwisata, membuka peluang investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. (yanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *