10/12/2026

Bersyukur Ruri Prastowo Dimutasi, Gabungan LSM-Aktivis-Insan Pers Muba Gelar Aksi Potong Bebek

0

Chanelinfo Muba |  Mutasi AKBP Ruri Prastowo, S.I.K., M.I.K. dari jabatan Kapolres Musi Banyuasin (Muba) diwarnai aksi tak biasa. Sejumlah aktivis, LSM, ormas dan insan pers di Kabupaten Muba menggelar syukuran dengan memotong bebek sebagai simbol berakhirnya masa kepemimpinan sekaligus harapan terhadap perubahan di tubuh Polres Muba.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk ekspresi dan kritik terhadap kepemimpinan Ruri Prastowo selama kurang lebih tujuh bulan menjabat sebagai Kapolres Muba. Sejumlah peserta aksi menilai komunikasi antara kepolisian dengan LSM, organisasi masyarakat, insan pers dan elemen masyarakat masih perlu diperbaiki.

Syukuran potong bebek itu diikuti sejumlah perwakilan organisasi dan elemen masyarakat, di antaranya Boni dari Ormas Barikade 98, Megi dari LSM F2R, Darul Kutni dari AWDI, Warto dari Akpersi, Mak Is selaku tokoh masyarakat, Indra dari IWO Indonesia, Pijai dari PWO Dwipa, Andi Murex dari PWRI, Indra dari AMI Muba, Awam dari LSM POSE RI serta Candra dari LSM FRIC.

Bagi peserta, aksi tersebut bukan sekadar seremoni. Mereka menjadikannya sebagai momentum untuk menyampaikan sejumlah persoalan yang menurut mereka masih menjadi pekerjaan rumah dan berharap dapat menjadi perhatian Kapolres Muba yang baru, AKBP Adik Listiyono, S.I.K., M.H.

Ketua Umum LSM POSE RI, Desri Nago, SH, mengatakan aksi potong bebek merupakan simbol berakhirnya satu masa kepemimpinan dan harapan dimulainya era baru dalam penegakan hukum di Muba.

“Kami sangat bersyukur AKBP Ruri Prastowo pindah dari Muba. Potong bebek ini menjadi simbol bahwa telah berakhir satu masa dan kami berharap lahir era baru dalam penegakan hukum di Kabupaten Muba,” ujar Desri.

Menurut Desri, pergantian pimpinan Polres Muba diharapkan tidak hanya menjadi pergantian jabatan, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi berbagai perkara yang selama ini menjadi perhatian publik.

Ia meminta Kapolres Muba yang baru memastikan setiap perkara ditangani secara profesional, transparan dan sesuai ketentuan hukum.

“Kami berharap Kapolres yang baru tidak mewarisi persoalan yang sama. Berbagai kasus yang menjadi perhatian publik harus dibuka dan dituntaskan secara profesional sesuai aturan hukum,” tegasnya.

Soroti Aktivitas Minyak Ilegal

Salah satu persoalan yang kembali disorot dalam aksi tersebut adalah aktivitas minyak ilegal, termasuk sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi di lokasi yang diduga berkaitan dengan kegiatan penyulingan maupun penambangan minyak ilegal.

Ketua DPD Ormas Barikade 98 Muba, Boni, mengatakan persoalan tersebut masih menjadi perhatian masyarakat karena tidak hanya menyangkut aspek penegakan hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan warga dan lingkungan.

“Kalau memang ada aktivitas ilegal, kami berharap penanganannya dilakukan secara menyeluruh. Jangan hanya pekerja di lapangan yang ditindak, tetapi siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses sesuai hukum,” kata Boni.

Catatan sejumlah peristiwa yang disampaikan peserta aksi menunjukkan persoalan tersebut memang beberapa kali mencuat sepanjang 2026.

Pada 8 Juni 2026, terjadi kebakaran di lokasi penyulingan minyak ilegal di kawasan Pal 6, Desa Bangun Sari, Kecamatan Babat Toman.

Beberapa hari kemudian, 12 Juni 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, kebakaran terjadi di lokasi penampungan minyak dan sumur minyak ilegal di Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa. Dalam peristiwa tersebut, seorang warga bernama Herdik dilaporkan mengalami luka.

Peristiwa kembali terjadi pada 25 Juni 2026, berupa kebakaran sumur minyak ilegal di Desa Keban I.

Sehari setelahnya, 26 Juni 2026, kebakaran kembali terjadi di lokasi penyulingan minyak ilegal kawasan Pal 6, Desa Bangun Sari, Kecamatan Babat Toman.

Rentetan kejadian tersebut kemudian diikuti langkah penindakan aparat.

Pada 28 Juli 2026, Polsek Sanga Desa melakukan penindakan terhadap tiga lokasi penyulingan minyak mentah ilegal di Dusun VII, Desa Keban I.

Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan delapan orang serta menyita sejumlah peralatan penyulingan dan puluhan ribu liter minyak hasil olahan.

Dari tiga lokasi yang ditindak, polisi menyebut masing-masing pemilik berinisial AZ, MZ dan LS. Ketiganya disebut berstatus daftar pencarian orang (DPO).

Namun, bagi para peserta aksi, penindakan terhadap lokasi maupun pekerja di lapangan belum cukup. Mereka mendorong agar aparat juga menelusuri pihak-pihak lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas tersebut, sepanjang ditemukan bukti yang memenuhi unsur hukum.

Persoalan Komunikasi Jadi Sorotan

Selain persoalan minyak ilegal, komunikasi antara kepolisian dengan insan pers, LSM, ormas dan masyarakat juga menjadi sorotan.

Ketua AWDI Muba, Darul Kutni, berharap Kapolres yang baru dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas.

“Kami sangat bersyukur dengan pergantian Kapolres. Mudah-mudahan Kapolres baru bisa membangun komunikasi yang lebih baik dengan insan pers, LSM, ormas dan masyarakat,” ungkap Darul.

Menurutnya, kritik yang disampaikan masyarakat semestinya dapat menjadi bagian dari evaluasi institusi kepolisian.

“Kami ingin ke depan komunikasi lebih terbuka. Kalau ada persoalan, masyarakat dan pers bisa menyampaikan kritik dan mendapatkan penjelasan yang jelas,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Akpersi Muba, Warto. Ia berharap kepemimpinan baru dapat meningkatkan profesionalitas, transparansi dan keterbukaan dalam berkomunikasi dengan masyarakat serta insan pers.

“Kami bersyukur AKBP Ruri Prastowo pindah. Semoga ini menjadi awal yang baru bagi Polres Muba. Kami berharap Kapolres baru dapat bekerja secara profesional, transparan dan terbuka terhadap masyarakat maupun insan pers,” ujar Warto.

Bukan Aksi Pertama

Aksi dengan simbol syukuran atas pergantian Kapolres juga pernah terjadi di Kabupaten Banyuasin.

Ketika AKBP Ruri Prastowo berpindah dari jabatan Kapolres Banyuasin dan digantikan AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si., sejumlah insan pers Banyuasin menggelar syukuran dengan memotong dua ekor ayam jago di salah satu lokasi kuliner di Banyuasin pada 7 Januari 2026.

Saat itu, kegiatan dihadiri puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers. Syukuran tersebut disebut sebagai simbol harapan agar komunikasi antara kepolisian dan insan pers dapat berjalan lebih terbuka dan harmonis.

Kini, ekspresi serupa kembali muncul di Muba setelah Ruri Prastowo dimutasi dari jabatan Kapolres Muba.

Para peserta aksi berharap pergantian pimpinan menjadi momentum evaluasi sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih baik antara Polres Muba dengan masyarakat, LSM, organisasi kemasyarakatan dan insan pers.

Ruri Prastowo Belum Berikan Tanggapan

Terpisah, berbagai penilaian dan kritik yang muncul dalam aksi tersebut merupakan pernyataan serta pandangan dari peserta kegiatan. Pernyataan tersebut tidak serta-merta menjadi kesimpulan atau penilaian media terhadap kinerja AKBP Ruri Prastowo selama menjabat sebagai Kapolres Muba.

Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, Chanelinfo telah berupaya memperoleh tanggapan dari AKBP Ruri Prastowo terkait sejumlah pernyataan peserta aksi, khususnya mengenai penilaian terhadap komunikasi selama menjabat, penanganan perkara yang menjadi perhatian masyarakat, serta persoalan aktivitas minyak ilegal di wilayah hukum Polres Muba.

Konfirmasi juga diperlukan untuk memberikan ruang kepada Ruri Prastowo menjelaskan kebijakan, langkah penegakan hukum maupun evaluasi yang telah dilakukan selama masa kepemimpinannya.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh tanggapan langsung dari AKBP Ruri Prastowo atas pernyataan dan kritik yang disampaikan para peserta aksi. Chanelinfo tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi AKBP Ruri Prastowo maupun pihak terkait apabila terdapat informasi dalam pemberitaan ini yang dinilai perlu diluruskan.

Sementara itu, estafet kepemimpinan Polres Muba kini berada di tangan AKBP Adik Listiyono. Pergantian tersebut diharapkan para peserta aksi menjadi momentum untuk memperkuat penegakan hukum, meningkatkan keterbukaan informasi serta membangun komunikasi yang lebih sehat antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat di Bumi Serasan Sekate.

laporan : SiM

editor : redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *