10/12/2026

Jelang Hari Tani Nasional, Aktivis Sumsel Siapkan Aksi di Jakarta Soroti Dugaan Penguasaan Lahan Warga

0

Chanelinfo Palembang | Momentum Hari Tani Nasional yang diperingati setiap 24 September bakal dimanfaatkan sejumlah aktivis pergerakan di Sumatera Selatan untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan agraria, khususnya dugaan penguasaan lahan masyarakat oleh korporasi.

Salah satu aktivis yang menyuarakan rencana tersebut adalah Muhammad Ali, atau yang akrab disapa Ali Pudi, aktivis 1998 sekaligus Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Sriwijaya.

Ali Pudi mengatakan, dirinya bersama sejumlah aktivis pergerakan di Sumsel tengah melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan aksi penyampaian pendapat di Jakarta, bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional pada 24 September 2026.

Menurutnya, aksi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah dan para pengambil kebijakan di tingkat pusat.

“Dalam menyampaikan aspirasi nantinya akan kami laksanakan dengan aman, damai dan tertib serta tidak anarkis. Saat ini kami tengah melakukan konsolidasi internal untuk mematangkan rencana aksi tersebut,” ujar Ali Pudi, Minggu (20/9).

Ia berharap aspirasi yang dibawa dalam aksi tersebut dapat didengar dan mendapat perhatian pemerintah, terutama menyangkut persoalan lahan yang menurut mereka berkaitan dengan aktivitas PT LPI di wilayah Kabupaten OKU Timur.

Ali menegaskan, aksi yang dipersiapkan tidak ditujukan untuk menciptakan kericuhan. Ia menyebut penyampaian pendapat akan dilakukan sesuai ketentuan hukum dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

“Sekali lagi kami menekankan penyampaian pendapat yang akan kami laksanakan ini sesuai dengan ketentuan. Tidak anarkis, aman dan damai, semata-mata untuk kepentingan masyarakat yang tanahnya kami nilai dirampas secara paksa oleh korporasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ali Pudi mengatakan konsolidasi yang saat ini dilakukan juga bertujuan menyatukan sikap para aktivis sekaligus mematangkan materi tuntutan yang nantinya akan disampaikan dalam aksi.

Ia berharap momentum Hari Tani Nasional dapat menjadi perhatian pemerintah untuk melihat secara lebih serius berbagai persoalan agraria yang masih terjadi di daerah, termasuk konflik atau sengketa penguasaan lahan yang melibatkan masyarakat dan korporasi.

Catatan: Pernyataan mengenai dugaan penguasaan atau perampasan lahan dalam berita ini merupakan keterangan dari Ali Pudi dan pihak yang disebut belum memberikan tanggapan dalam naskah sumber. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *