Proyek 2025 Molor ke 2026, Lapangan Futsal SMPN 1 Kelekar Disorot: LIPERNAS Cium Dugaan Kongkalikong
Bau Tak Sedap Proyek Futsal SMPN 1 Kelekar, LIPERNAS Minta Aparat Turun Tangan
Chanelinfo.com Muara Enim | Proyek pembangunan lapangan futsal SMP Negeri 1 Kelekar kembali menuai sorotan publik. Proyek yang bersumber dari anggaran tahun 2025 itu hingga memasuki tahun 2026 disebut belum juga rampung dikerjakan.
Proyek tersebut berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim, dengan pelaksana CV Benlin Merajo Santri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp180.045.701,16 dengan masa kerja 50 hari kalender pada tahun 2025.
Namun, lambannya penyelesaian proyek memantik reaksi dari LIPER RI dan LIPERNAS PD Kabupaten Muara Enim. Kedua lembaga tersebut menduga adanya indikasi kongkalikong antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak pemborong.
Ketua LIPERNAS PD Kabupaten Muara Enim, Rusmin, yang juga dikenal sebagai aktivis Gelumbang, angkat bicara. Ia mendesak agar BPK, Inspektorat, serta aparat penegak hukum turun langsung ke lapangan untuk meninjau proyek-proyek tahun 2025 yang hingga kini belum rampung.
“Kami meminta dinas terkait jangan tutup mata. Proyek yang belum selesai hingga 2026 harus diaudit dan ditindak tegas,” ujar Rusmin.
Senada, Maulana, Wakil Ketua LIPERNAS PD Kabupaten Muara Enim, menegaskan agar PPK tidak hanya berdiam diri di kantor.
“PPK seharusnya turun langsung ke lokasi proyek bermasalah, menegur pemborong, dan memberikan sanksi tegas bila ditemukan pelanggaran. Jangan duduk santai,” tegasnya.
LIPERNAS dan LIPER RI menyayangkan sikap dinas-dinas terkait, khususnya PPK, yang dinilai kurang peduli dan terkesan cuek terhadap tanggung jawab yang diamanahkan oleh negara dan masyarakat.
Lebih lanjut, proyek lapangan futsal SMP Negeri 1 Kelekar juga diduga dikerjakan asal-asalan. Ketebalan lantai lapangan disebut hanya sekitar 5 sentimeter, sehingga menimbulkan kekhawatiran terkait kualitas dan daya tahan bangunan.
LIPERNAS menduga kuat proyek yang dikerjakan oleh CV Benlin Merajo Santri tersebut tidak akan bertahan lama dan berpotensi merugikan negara serta dunia pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim belum memberikan keterangan resmi.
Laporan : Antono
Editor : Redaksi
