10/12/2026

Polling Satire “Ujang” Soroti Pelayanan RSUD Prabumulih, Rumah Sakit Merespons Langsung di Kolom Komentar Sosial Media

0

Polling Satire “Ujang” Soroti Pelayanan RSUD Prabumulih, Rumah Sakit Merespons Langsung di Kolom Komentar Sosial Media

Chanelinfo.com Prabumulih | Fenomena kritik sosial dengan balutan satire kembali ramai menghiasi media sosial warga Prabumulih. Kali ini datang dari akun Facebook milik Angga Novalita yang dikenal kerap menyuarakan keresahan masyarakat melalui tokoh fiktif bernama “Ujang”.

Tokoh Ujang sendiri digambarkan sebagai perantau asal Prabumulih yang bekerja sebagai driver taksi online di Jakarta, namun aktif memantau berbagai isu di kampung halamannya lewat media sosial. Dengan gaya bahasa lokal khas Prabumulih yang santai, jenaka, namun menyentil tajam, tulisan-tulisan tersebut belakangan cukup banyak diperbincangkan warganet.

Dalam unggahan terbarunya, Angga Novalita melalui karakter Ujang menyoroti pelayanan kesehatan di RSUD Kota Prabumulih. Tulisan itu diberi judul nyentrik *“Analisa Sontoloyo Bossman Ujang: Rapot Merah 2.4! Ketika Angka Nol Persen Bikin Merinding!”*

Melalui narasi satire, Ujang mengulas hasil polling survei kepuasan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Prabumulih yang sebelumnya ia sebar melalui media sosial. Dalam tulisannya, ia menyoroti skor rata-rata kepuasan yang hanya berada di angka 2,4.

“Mak ooy! Cuma dapet skor duo koma empat, lur! Kalo budak sekolah dapet rapot 2.4, lah lamo keno sebat pake sapu lidi samo bapaknyo,” tulisnya dengan gaya humor khas dialek lokal.

Tak hanya itu, Ujang juga menyinggung tingginya angka responden yang menyatakan tidak puas terhadap pelayanan rumah sakit. Berdasarkan data polling yang ia tampilkan, sebanyak 60 persen responden memilih kategori “tidak puas”, sementara 10 persen lainnya memilih “sangat tidak puas”.

Narasi satire semakin tajam ketika ia menyoroti tidak adanya responden yang memilih kategori “puas”.

“Nol besar, sahabat! Dari sekian banyak pasien yang datang, sikok bae dak katek yang milih puas,” tulisnya lagi.

Meski dibalut candaan dan bahasa jenaka, tulisan tersebut sejatinya memuat kritik terhadap kualitas pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan. Dalam bagian akhir tulisannya, Ujang bahkan meminta pihak pemerintah dan manajemen rumah sakit agar tidak hanya menerima laporan “ABS” atau “Asal Bapak Senang” dari bawahan, melainkan benar-benar melihat suara masyarakat secara langsung.

Ia juga mendorong adanya pembenahan sistem pelayanan dan pengawasan digital agar keluhan masyarakat dapat dipantau secara terbuka dan real-time.

Menanggapi ramainya narasi satire tersebut, pihak RSUD Kota Prabumulih turut memberikan tanggapan melalui kolom komentar akun media sosial terkait.

Dalam pernyataannya, manajemen RSUD Kota Prabumulih menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang dinilai kurang memuaskan oleh masyarakat.

“Terima kasih telah menyampaikan keluhan terkait pelayanan di RSUD Kota Prabumulih. Atas nama Direktur RSUD Kota Prabumulih, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas perilaku petugas dan pelayanan yang tidak menyenangkan,” tulis akun resmi RSUD Prabumulih.

Pihak rumah sakit juga meminta agar keluhan yang disampaikan masyarakat dapat diteruskan melalui mekanisme pengaduan resmi agar dapat ditindaklanjuti secara langsung.

“Kami mengharapkan kehadiran bapak ke Ruang Layanan Pengaduan Lantai 2 RSUD Kota Prabumulih untuk mengklarifikasi dan menindaklanjuti masukan yang bapak sampaikan,” lanjutnya.

Selain itu, RSUD Prabumulih menyebut masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan WhatsApp maupun email resmi rumah sakit.

Dalam pernyataan tersebut, RSUD Kota Prabumulih menegaskan bahwa seluruh pengaduan masyarakat akan dirahasiakan dan dijadikan bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

“Terima kasih atas kritik dan saran yang sangat berarti untuk meningkatkan pelayanan di RSUD Kota Prabumulih,” tutup pernyataan tersebut.

pihak RSUD jg menampilkan komentar berupa screenshot menggambarkan survey tingkat kepuasan masyrakat versi mereka periode triwulan pertama Januari – maret 2026 sebesar 86,29, dengan responden sebanyak 300 orang partisipan

Gaya penyampaian satire seperti ini belakangan memang menjadi warna tersendiri di media sosial masyarakat Prabumulih. Selain dianggap menghibur, narasi ala “Ujang” dinilai mampu menyampaikan kritik sosial dengan cara yang lebih ringan namun tetap mengena.

Di tengah derasnya kritik masyarakat terhadap layanan publik, fenomena ini sekaligus menjadi gambaran bahwa media sosial kini bukan hanya ruang hiburan, tetapi juga menjadi sarana warga menyampaikan aspirasi, keresahan, hingga kontrol sosial terhadap pelayanan pemerintah daerah. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *