Suarakan Transparansi Rekrutmen Kerja dan Dampak Operasional KAI, APM Ledakkan Tuntutan di DPRD Prabumulih
Chanelinfo.com Prabumulih | Ratusan aktivis yang tergabung dalam Aliansi Prabumulih Menggugat (APM) kembali menggelar aksi demonstrasi. Setelah beberapa pekan lalu berunjuk rasa di depan kantor Pertamina Zona 4, kali ini para aktivis “Kota Nanas” menyuarakan aspirasi mereka di kantor DPRD Kota Prabumulih, Rabu (13/05/2026).
Dalam orasinya, Ketua Umum APM, Adi Susanto menyebut ada beberapa poin tuntutan yang disampaikan. Di antaranya terkait proses rekrutmen tenaga kerja oleh pihak Pertamina yang dinilai belum transparan. Selain itu, APM juga menyoroti persoalan arus perlintasan kereta api milik PT KAI di sejumlah titik di tengah Kota Prabumulih yang dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jalan, bahkan disebut telah beberapa kali menyebabkan kecelakaan hingga memakan korban jiwa.
Tak hanya itu, APM turut menyoroti kinerja Dinas Perhubungan Kota Prabumulih dalam penanganan persoalan lalu lintas di wilayah tersebut.
Beberapa saat setelah penyampaian orasi, Ketua DPRD Kota Prabumulih, Deni Victoria turun langsung menemui para demonstran. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi atas aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan para aktivis dan mengajak sejumlah perwakilan APM berdialog di ruang rapat DPRD.
Bahkan, Deni Victoria mempersilakan para peserta aksi untuk berteduh di gedung DPRD sembari menyebut bahwa DPRD merupakan “rumah rakyat”.
Di ruang rapat, Adi Susanto kembali menyampaikan poin-poin tuntutan APM. Salah satu usulan yang cukup menarik adalah opsi pembangunan flyover di sejumlah titik rawan kemacetan akibat perlintasan kereta api.
Selain itu, Adi juga menyoroti sikap oknum pihak Pertamina yang dinilai kurang responsif terhadap aspirasi masyarakat. Bahkan, ia meminta DPRD bersikap tegas apabila nantinya pihak Pertamina mengabaikan panggilan dewan.
Di sisi lain, Ketua DPRD menyampaikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut bersama komisi terkait. DPRD juga berencana memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Pertamina dan PT KAI, guna mencari solusi bersama.
Di penghujung pertemuan, pihak APM secara simbolis menyerahkan dan meminta DPRD menerima serta menandatangani naskah tuntutan yang mereka bawa.
“Kami minta Pertamina terbuka dalam penerimaan tenaga kerja. Ini baru tahap pendaftaran saja sudah banyak yang merasa tidak diterima. Ini bukan hanya untuk kami APM, tapi untuk seluruh masyarakat Prabumulih. Kita semua punya anak dan keluarga yang punya hak yang sama untuk bekerja,” ujar Adi Susanto kepada wartawan.
Ia juga mengkritik keberadaan perlintasan kereta api yang dinilai lebih banyak merugikan masyarakat.
“Pihak KAI tidak memberikan keuntungan langsung bagi masyarakat, malah sering menyebabkan kemacetan dan kecelakaan. Tidak ada CSR ataupun kompensasi yang dirasakan masyarakat. Mereka beralasan aset negara, padahal kami juga warga negara,” tegasnya.
Meski demikian, Adi menegaskan bahwa pihaknya hanya menyampaikan tuntutan dan berharap DPRD dapat memfasilitasi dialog bersama pihak-pihak terkait guna menyatukan persepsi serta merumuskan solusi terbaik.
Sementara itu, Ketua DPRD, Deni Victoria, mengatakan pihaknya mengapresiasi aksi yang dilakukan APM dan memastikan aspirasi tersebut akan segera dibahas.
“Kami mengapresiasi aksi kawan-kawan APM. Aspirasi yang disampaikan sudah kami dengarkan dan tentu akan kami tindak lanjuti. Dalam waktu dekat akan dibahas bersama komisi yang membidangi, kemudian kami juga akan mengundang pihak-pihak terkait ke DPRD,” ujar Deni Victoria di hadapan wartawan.
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Personel Polres tampak berjaga selama proses aksi berlangsung. Bahkan, Kapolres bersama sejumlah pejabat utama Polres turut turun langsung memantau jalannya unjuk rasa. (red)
