Kemenhub Siapkan Stimulus Transportasi, Diskon Tiket hingga 30 Persen Selama Libur Sekolah dan Nataru
Chanelinfo Jakarta | Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan berbagai stimulus di sektor transportasi untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi selama masa libur sekolah 2026 dan periode Natal-Tahun Baru (Nataru) 2026–2027.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan stimulus tersebut mencakup seluruh moda transportasi, mulai dari darat, laut, udara, hingga perkeretaapian.
“Kemenhub menyiapkan sejumlah stimulus transportasi meliputi semua moda transportasi. Diharapkan masyarakat dapat memperoleh tiket dengan harga yang lebih terjangkau sehingga mobilitas meningkat dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi selama liburan sekolah,” ujar Dudy dalam kegiatan Media Briefing di Jakarta, Jumat (26/6).
Untuk periode libur sekolah 2026, pemerintah memberikan diskon 30 persen tiket kereta api kelas ekonomi bagi 1.174.624 penumpang. Program tersebut berlaku pada seluruh kereta api komersial kelas ekonomi, meliputi 150 KA reguler dan 26 KA tambahan di lintas Jawa dan Sumatera Utara.
Selain itu, angkutan laut juga memperoleh diskon 30 persen tarif dasar bagi 693.690 penumpang yang menggunakan layanan kabin ekonomi di seluruh trayek kapal penumpang.
Sementara itu, pada angkutan penyeberangan, pemerintah membebaskan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan bagi 164.087 penumpang serta 377.334 kendaraan. Kebijakan ini berlaku bagi penumpang pejalan kaki serta kendaraan Golongan II dan IV A di 14 pelabuhan dan tujuh lintasan.
Di sektor penerbangan, pemerintah memberikan insentif berupa pembebasan PPN 100 persen dari Tarif Dasar Penerbangan (TDP) untuk sekitar 2.370.568 penumpang penerbangan domestik.
Tak hanya menyiapkan stimulus tarif, Kemenhub juga terus memperkuat konektivitas transportasi di Jakarta melalui sejumlah proyek strategis, seperti penataan Stasiun Gambir, pembangunan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS), pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Sudirman, hingga peningkatan elektrifikasi jalur Tanah Abang–Rangkasbitung.
Menurut Dudy, pengembangan Stasiun Gambir akan memungkinkan stasiun tersebut melayani kereta api jarak jauh sekaligus KRL sehingga akses masyarakat semakin mudah. Sementara pembangunan Stasiun JIS diharapkan mendukung layanan transportasi menuju kawasan JIS dan Ancol yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan TOD Stasiun Sudirman akan menghubungkan enam moda transportasi utama di Jakarta, yakni KRL, MRT, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, dan TransJakarta.
“Kami berharap Jakarta akan terkoneksi secara lebih luas dengan adanya TOD Stasiun Sudirman. Seluruh moda transportasi utama akan terintegrasi sehingga masyarakat dapat mengakses berbagai wilayah dengan lebih mudah,” katanya.
Di sisi lain, peningkatan elektrifikasi lintas Tanah Abang–Rangkasbitung juga dipersiapkan untuk meningkatkan kapasitas layanan pada salah satu koridor dengan jumlah penumpang terpadat. Program tersebut memungkinkan pengoperasian rangkaian kereta yang lebih panjang sehingga dapat mengurangi kepadatan dan memperbaiki waktu tunggu (headway).
Untuk menghadapi periode Natal dan Tahun Baru 2026–2027, Kemenhub bersama para pemangku kepentingan juga tengah menyiapkan stimulus lanjutan berupa diskon pada tiket kereta api ekonomi, angkutan laut, dan penyeberangan. Program tersebut diperkirakan akan memberikan manfaat bagi 1.647.435 penumpang dan 467.118 kendaraan.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, Kemenhub menegaskan komitmennya menghadirkan layanan transportasi yang semakin terjangkau, inklusif, dan terintegrasi, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sumber : Siaran Pers Kemenhub
