Aceh Banjir, Sulteng Gempa, Ribuan Warga Terdampak
Chanelinfo Jakarta | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan sejumlah bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia hingga Rabu (17/6/2026) pukul 07.00 WIB. Banjir di Kabupaten Aceh Barat dan gempa bumi di Sulawesi Tengah masih menjadi fokus utama penanganan pemerintah daerah bersama tim gabungan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Barat pada Senin (15/6) menyebabkan Sungai Krueng Woyla meluap dan merendam permukiman warga di Gampong Alue Keumuneng, Kecamatan Woyla Barat.
Akibat kejadian tersebut, sedikitnya 130 rumah terdampak banjir dengan total sekitar 300 jiwa terdampak.
BPBD Kabupaten Aceh Barat bersama unsur terkait telah mengerahkan personel, perahu karet, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Meski kondisi banjir mulai surut sejak Selasa (16/6), tim reaksi cepat masih berada di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan dan pendataan.
Sementara itu, penanganan darurat juga terus dilakukan pascagempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6).
Berdasarkan data terbaru hingga Rabu (17/6) pukul 06.00 WIB, gempa tersebut berdampak pada 1.834 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 5.784 jiwa. Tercatat 73 orang mengalami luka ringan, tiga orang luka berat, dan satu orang meninggal dunia.
Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling besar. Sebanyak 1.813 KK atau 5.744 jiwa terdampak di daerah tersebut. Selain itu, terdapat 71 korban luka ringan, tiga korban luka berat, dan satu korban meninggal dunia.
Kerusakan infrastruktur di Kabupaten Sigi juga cukup signifikan. BNPB mencatat lebih dari seribu rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 1.074 unit rusak ringan, 110 unit rusak sedang, dan 30 unit rusak berat.
Hingga saat ini, BPBD bersama tim gabungan masih melakukan pendataan dan penanganan darurat di wilayah terdampak. Pemerintah daerah juga berencana mengaktifkan Pos Komando di Desa Maku dengan memanfaatkan Kantor Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi sebagai pusat koordinasi serta mendistribusikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Di wilayah lain, kondisi relatif tidak mengalami perubahan signifikan. Di Kota Palu, jumlah korban luka masih tercatat dua orang, sedangkan di Kabupaten Poso terdapat satu warga yang mengalami luka-luka. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, sebanyak 21 kepala keluarga atau 40 jiwa dilaporkan terdampak gempa.
BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi maupun gempa bumi.
Masyarakat yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai diminta untuk memantau kondisi ketinggian air saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Jika kondisi dinilai membahayakan, warga diimbau segera melakukan evakuasi mandiri serta mengamankan barang berharga dan dokumen penting.
Selain itu, masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait penanganan gempa di Sulawesi Tengah. BNPB mengingatkan agar masyarakat selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG. (Rill)
