10/12/2026

Robotika Kesehatan Disiapkan Jadi Penguat Layanan Rehabilitasi di Indonesia

0

Chanelinfo BALI | Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terus mendorong pemanfaatan teknologi robotika dalam layanan kesehatan guna memperkuat rehabilitasi pasien stroke. Langkah ini menjadi bagian dari Transformasi Teknologi Kesehatan sekaligus upaya menjawab tingginya angka kematian dan disabilitas akibat stroke di Indonesia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kemenkes RI, dr. Yuli Farianti, mengatakan teknologi robotik memiliki peran penting dalam mendukung proses pemulihan penyintas stroke yang membutuhkan rehabilitasi jangka panjang.

Menurutnya, kehadiran robot tidak dimaksudkan untuk menggantikan tenaga kesehatan, melainkan menjadi alat pendukung yang dapat meningkatkan efektivitas, ketepatan, dan keberlanjutan pelayanan kepada pasien.

“Penerapan teknologi robotika akan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan rehabilitasi yang lebih optimal,” ujar dr. Yuli saat menyampaikan keynote speech pada BTL Robotics Academy di Bali, Kamis (4/6/2026).

Data Kemenkes menunjukkan sekitar 3,9 juta penduduk Indonesia hidup dengan stroke pada 2023. Penyakit tersebut menyebabkan lebih dari 337 ribu kematian dan menyumbang sekitar 6,5 persen beban disabilitas akibat stroke secara global.

Dr. Yuli menjelaskan, dampak stroke tidak hanya terlihat dari tingginya angka kematian, tetapi juga gangguan fisik dan kognitif jangka panjang yang memengaruhi kualitas hidup, produktivitas, dan kemandirian pasien. Karena itu, kebutuhan layanan rehabilitasi terus meningkat.

Peningkatan kebutuhan tersebut juga tercermin dari pembiayaan kesehatan. Klaim pelayanan terkait stroke tercatat melonjak dari Rp2,7 triliun menjadi Rp5,6 triliun dalam kurun satu tahun.

Sebagai bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional, Kemenkes saat ini tengah membangun ekosistem robotika kesehatan yang terintegrasi melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, rumah sakit, dan industri. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan pendukung pengembangan teknologi kesehatan.

“Kami sedang membentuk Komite Nasional Robotika Kesehatan serta menyiapkan pusat pelatihan, pelayanan, dan inovasi robotika kesehatan. Kami juga mempersiapkan kerangka regulasi untuk mendukung inovasi masa depan, termasuk telesurgery berbasis robotik dan pengembangan teknologi kesehatan dalam negeri,” jelasnya.

Kemenkes menegaskan bahwa pengembangan robotika kesehatan bertujuan memperluas akses layanan berkualitas, memperkuat kapasitas nasional, serta meningkatkan kualitas pemulihan pasien.

Pada kesempatan tersebut, dr. Yuli juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong kemajuan neurorehabilitasi di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik. Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan kemitraan yang kuat agar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin setiap inovasi yang dikembangkan benar-benar membantu pasien pulih lebih baik, hidup lebih baik, dan kembali menjalani kehidupan yang produktif serta bermakna,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *