10/12/2026

Serap Suara Rakyat, Teddy Setiady Prioritaskan Aspirasi Warga Pondokkaso Landeuh

0

Chanelinfo Sukabumi | Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Gerindra, Teddy Setiady, menggelar kegiatan Reses II Tahun Sidang 2026 di Kantor Sekretariat RW 08, Kampung Ciutara RT 20, Desa Pondokkaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (3/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua PAC Gerindra Kecamatan Parungkuda, Endru; Kepala Desa Pondokkaso Landeuh, Ujang; Sekretaris Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, para Ketua RT dan RW, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai isu strategis yang menjadi perhatian warga, mulai dari pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur, penanganan bencana longsor, hingga pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih. Warga tampak antusias menyimak penjelasan serta menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi secara langsung kepada Teddy Setiady.

Berbagai aspirasi yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, hingga upaya mitigasi bencana yang dinilai semakin mendesak untuk segera ditangani.

Dalam sambutannya, Teddy Setiady menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota dewan untuk menyerap, menghimpun, dan memperjuangkan seluruh keinginan masyarakat agar dapat dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Segala masukan yang disampaikan warga akan menjadi bahan utama yang akan kami perjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Kabupaten Sukabumi, baik lewat pokok-pokok pikiran dewan maupun melalui koordinasi intensif dengan perangkat daerah terkait,” ujarnya.

Teddy juga menyampaikan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi warga. “Alhamdulillah, hari ini kami melaksanakan reses kedua tepatnya di Desa Pondokkaso Landeuh, khususnya wilayah RW 08. Banyak hal yang disampaikan masyarakat, mulai dari risiko bencana longsor, perbaikan infrastruktur, hingga program pemberdayaan ekonomi. Semua ini menjadi perhatian serius bagi saya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, secara geografis wilayah Desa Pondokkaso Landeuh merupakan daerah yang rawan bencana tanah longsor. Oleh sebab itu, warga mengharapkan adanya langkah nyata berupa pembangunan tembok penahan tanah, perbaikan saluran drainase, serta program mitigasi bencana yang berjalan secara berkelanjutan.

Selain masalah kebencanaan, kebutuhan lain yang banyak disampaikan adalah perbaikan jalan desa, peremajaan saluran air, pemasangan penerangan jalan umum, serta fasilitas pendukung lainnya yang dinilai sangat menunjang aktivitas ekonomi dan kehidupan sosial warga sehari-hari.

“Sesuai prinsip saya, apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan masyarakat, itulah yang menjadi prioritas utama. Tugas kami adalah memastikan segala kebutuhan tersebut bisa direalisasikan melalui program-program pembangunan pemerintah daerah,” tegas Teddy.

Dalam kesempatan itu, ia juga melaporkan berbagai program pembangunan yang telah berhasil direalisasikan di desa tersebut, yang merupakan hasil tindak lanjut dari aspirasi yang disampaikan pada kegiatan reses sebelumnya. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus aktif menyampaikan ide, masukan, maupun keluhan demi kemajuan daerahnya.

Salah satu topik yang menjadi sorotan dalam diskusi adalah keberadaan dan pelaksanaan program Koperasi Desa Merah Putih. Sebagai salah satu program unggulan pemerintah, program ini mendapatkan berbagai tanggapan dari warga. Sebagian besar warga berharap agar pengelolaan koperasi dilakukan secara transparan, profesional, benar-benar memberi manfaat nyata, serta berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Merespons hal tersebut, Teddy menjelaskan bahwa kebijakan dan regulasi terkait Koperasi Desa Merah Putih merupakan wewenang pemerintah pusat yang pelaksanaannya diteruskan hingga ke tingkat desa.

“Hal ini berkaitan erat dengan aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat. Namun, masukan dari masyarakat ini sangat berharga agar pelaksanaannya ke depan menjadi lebih baik dan tidak menimbulkan masalah baru yang merugikan warga,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan komitmennya untuk selalu menjadi jembatan aspirasi rakyat. “Kami akan pastikan suara masyarakat benar-benar didengar dan diperjuangkan. Sebab, pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar program yang dibuat di atas kertas,” pungkas Teddy.

Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog terbuka serta penyerapan aspirasi tambahan. Warga pun berharap seluruh usulan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti guna mempercepat pembangunan di Desa Pondokkaso Landeuh. (ella)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *